Arti harfiahnya: "Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya." Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. Kalimat penutup pidato dan surat-menyurat khas warga NU sebelum salam penutupan.
Saat itu sejumlah tokoh nasional, Angkatan '66 dan ratusan kader PMII hadir dalam acara yang digelar di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (20/4). Dalam sambutannya, Gusdur menegaskan tentang komitmen keindonesiaan & kebangsaan dengan cara mengawal terus Indonesia dengan islam ala Indonesia.
Arti harfiahnya: "Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya." Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. KH Ahmad Abdul Hamid Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah Billahit taufiq wal-hidayah.
Arti harfiahnya: "Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya." Istilah ini diciptakan oleh KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, Jawa Tengah. Sebelum menciptakan kalimat Wallahul muwaffiq ila aqwamit-tharieq, Kiai Ahmad telah menciptakan istilah Billahit taufiq wal-hidayah.
Pada umumnya umat Islam mengakhiri ceramah atau surat-menyurat keagamaan dengan kalimat "Wa billahit taufiq wal hidayah" atau "Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thoriq" yang diucapkan atau ditulis sebelum salam penutup. Tetapi tahukah mereka siapa pencipta ke dua kalimat tersebut
. r6d9afvgfs.pages.dev/177r6d9afvgfs.pages.dev/249r6d9afvgfs.pages.dev/481r6d9afvgfs.pages.dev/365r6d9afvgfs.pages.dev/189r6d9afvgfs.pages.dev/298r6d9afvgfs.pages.dev/264r6d9afvgfs.pages.dev/260
arti wallahul muwafiq ila aqwamith thoriq